About

Yayasan Madyan Indonesia – Sejarah mulai dengan terbitnya buku Pesan Perdamaian Islam yang ditulis oleh Jawahir Thontowi. Buku tersebut di cetak oleh Penerbit Madyan Press yang bekerjasama dengan Pustaka Pelajar pada tahun 2001 untuk proses pencetakan dan distribusi. Nomor Anggota IKAPI untuk Madyan Press adalah 040/DIY/02 dan beroperasi di Jalan Anggur No 4, Sleman, Yogyakarta dalam kelembagaan P4G yaitu Pusat Pengkajian Pengungsian dan Perdamaian Global. Selanjutnya ciqal bakal kelembagaan dimulai dengan didirikan Lembaga Pengkajian Urusan Pengungsi dan Perdamaian Global (LP3G) atau yang disebutkan dengan Institute of Manageing Peace and Refugees Studies (IMPRESS) yang Badan Hukum Akte Notaris Winahyu Erwiningsih, S.H.,M.Hum., No 14 tanggal 29 Januari 2002.

Awal mula kerjasama internasional dengan antara LP3G dengan Keduataan Besar Jepang, dalam rangka membantu program kemanusiaan masyarakat terkena bencana tanah longsor di Purworejo dan Kulonprogo DIY, Jakarta 7 Maret 2002. Kerjasama ini menjadi dasar untuk melaksanakan seminar dan publikasi buku berjudul “Hukum dan Bencana Alam di Indonesia”, yang terbit pada tanggal 27 Juli 2002 dengan penerbit Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Kerjasama riset dilaksanakan sampai bulan Maret 2004 dengan menghasilkan laporan “Legal System Related to Sedimen and Natural Disasters in Indonesia” yang menghasilkan 3 rekomendasi yaitu:

  • Penyusunan Undang Undang Penangguangan Bencana Alam dan Sedimen
  • Lembaga tetap yang bertanggungjawab untuk penanggulangan bencana
  • Penguatan jejaring antara pemerintah dan organisasi non-pemerintah

Ada 3 buku yang dihasilkan oleh LP3G dan Madyan Press yaitu : 1. Islam, Politic dan Hukum (2002), Hukum International di Indonesia (2002) dan Islamd dan Perdamaian Global (2002). Ada 1 buku tambahan di tahun 2004 berjudul Metode Statistik oleh Dadan Kusnandar.

Pada tahun 2016 Yayasan Madyan Indonesia resmi didirikan dan dipimbin oleh Jawahir Thontowi sampai tahun 2024 dengan wilayan operasi di 3 provinsi yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung dan Jawa Barat untuk bergerak di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan.

Generasi 2.0 dimulai di bulan September 2026, dengan harapan baru dan arahan baru sesuai dengan perkembangan zamam. Semoga Yayasan ini bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Mujiburrahman Thontowi

Jakarta Timur, 23 September 2026

Plt. Ketua Yayasan Madyan Indonesia – Generasi 2.0

Organizing Team

Yayasan Madyan-Indonesia is curated by a small team of experts, consultants, researchers, and scientist who believe that technology must serve the planet. Working between Yogyakarta, Jakarta, Bandung and Lampung, the team brings together local knowledge and global collaboration to shape a gathering rooted in care, creativity, and systems thinking.
We don’t just program talks — we curate experiences, relationships, and ideas that grow long after the event ends.